(Source: myungbabes, via s-undayevenings)
(Source: myungbabes, via s-undayevenings)
(via s-undayevenings)
Obama mentions his wife in his victory speech: “…The woman who agreed to marry me 20 years ago”
Romney mentions his wife in his concession speech: “… The woman I chose to marry”
It’s amazing how someone’s views on equality can come out in one simple sentence
(via s-undayevenings)
(via pervaliduss)
aku tidak tahu harus apa. atau bagaimana. bersamamu, aku lalui jalan setapak berlumpur seperti aku berlarian di taman berbunga. seribu kali aku terjatuh, karena lalaiku yang tak mengingat realita bahwa aku masih berjalan di jalan setapakku. tak pernah lelah aku berdiri lagi, dengan tangan malaikat yang selalu terulur untukku. dan berlari lagi. dan terjatuh lagi. akan ada saat, dimana aku jatuh begitu dalam. dimana daratan terasa begitu tinggi untuk diraih lagi. hingga enggan aku meraih uluran tangan malaikat itu lagi. enggan mengotorinya dengan tanganku yang penuh lumpur lagi. jalanan ini sempit. aku memberi ruang untukmu, seperti kamu memberi ruang untukku. tetapi jalan setapak ini memang diciptakan untuk 1 pasang kaki saja, bukan 2, atau lebih. aku ingin menyerah, dan berjalan sendiri lagi. temui aku di taman berbunga yang menjadi ujung jalan setapakku. karena jalan ini tak cukup lagi untuk dilalui dua pasang kaki yang berjalan beriringan.
(Source: moonlight-path, via s-undayevenings)